PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
MAKALAH
PROGRAM LAYANAN BK DI SEKOLAH
Diajukan Sebagai Tugas Kelompok Mata Kuliah Manajemen BK
Dosen : Dr. Al Suhadi, M.Pd.
Di susun Oleh : Kelompok 3
Annisa Azzahra 201801500675
Yolla purniawati 201801500617
Didin Mahfudin 201801500623
Andre Fidhy P. 201801500599
M.Fatch N.A 201801500608
Kelas : R4F
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN SOSIAL
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Manajemen BK” dengan judul “Program Layanan BK Di sekolah dan Tahap Persiapan Program”.
Makalah ilmiah ini di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen BK. Makalah ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Dalam pembuatan makalah ini kami tidak lepas dari hambatan dan kesulitan, namun berkat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna sehingga kami masih membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak guna memperbaiki makalah ini agar menjadi lebih baik kedepan nya.
Selanjutnya kami dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini ,khususnya kepada :
- Dr.Al Suhadi, M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Manajemen BK.
- Teman – teman kelompok 3 selaku penulis dan pembuat makalah ini. Dan juga teman - teman lain yang bergabung dalam kelas “Regular 4 F”.
Terakhir semoga segala bantuan yang telah di berikan oleh berbagai pihak di jadikan sebagai amal soleh. Sehingga pada akhirnya makalah ini dapat bermanfaat untuk semua orang di kemudian hari, atas perhatian nya kami ucapkan banyak terima kasih.
Jakarta, 18 Maret 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR`...........................................................................................
i
DAFTAR ISI............................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................
1
2.1 Rumusan Masalah.......................................................................................
2
3.1 Tujuan...........................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Program
Bimbingan dan Konseling di Sekolah.....................
3
2.2 Tujuan Program Bimbingan
dan Konseling di Sekolah..........................
3
2.3 Komponen Struktur
Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah.... 4
2.4 Bagaimana Konsep Program BK di Sekolah............................................ 8
2.5 Apa saja Syarat Program BK di Sekolah.................................................. 10
2.6 Bagaimana tahap – tahap persiapan Program BK di Sekolah................ 11
2.7 Apa saja Materi BK di Sekolah.................................................................. 13
2.8 Apa saja Masalah Program BK di Sekolah............................................... 14
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................
15
3.2 Saran.............................................................................................................
15
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Manajemen merupakan alat pelaksana utama administrasi
,yaitu alat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dalam administrasi.
Manajemen dalam hal ini bertugas mengatur sekelompok orang yang disebut bawahan untuk beraktivitas mencapai suatu tujuan tertentu.
Dalam arti yang luas ,organisasi bimbingan
dan konseling di sekolah ialah segala upaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling di
sekolah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Program
bimbingan dan konseling di sekolah ialah sejumlah kegiatan bimbingan
dan konseling yang di rencanakan oleh sekolah dan akan di laksanakan dalam jangka waktu tertentu.
Sekolah merupakan bagian dari pendidikan, dimana di
sekolah terdapat peserta didik yang mana
membutuhkan suatu perhatian agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Sekolah memiliki banyak sekali kegiatan, sehingga perlu adanya suatu manajemen sekolah yang baik agar
kegiatan - kegiatan di sekolah dapat di laksanakan dengan sebaik – baik nya.
Siswa atau peserta didik merupakan salah satu objek penerima layanan bimbingan dan konseling, sehingga untuk memudahkan pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah, seorang guru bimbingan dan konseling di haruskan membuat suatu perencanaan penyusunan program terlebih dahulu untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling.
B. RUMUSAN MASALAH
1) Pengertian Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah?
2)
Tujuan
Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah?
3)
Komponen Struktur
Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah?
4)
Bagaimana Konsep
Program BK di Sekolah?
5)
Apa saja Syarat
Program BK di Sekolah?
6)
Bagaimana tahap – tahap persiapan Program
BK di Sekolah?
7)
Apa saja Materi
BK di Sekolah?
8) Apa saja Masalah Program BK di Sekolah?
C. TUJUAN
1)
Untuk mengetahui pengertian
program BK di sekolah
2)
Mengetahui tujuan
program BK di sekolah
3)
Mengetahui komponen struktur
program BK di sekolah
4)
Untuk mengetahui apa saja konsep
dan syarat program BK di sekolah
5)
Untuk mengetahui tahap - tahap
program BK di sekolah
6)
Mengetahui materi
BK apa saja di sekolah
7)
Mengetahui masalah
program BK di sekolah
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PROGRAM BK DI SEKOLAH
Pengertian Program Bimbingan dan
Konseling di Sekolah ialah sejumlah kegiatan bimbingan dan konseling
yang direncanakan oleh sekolah, dan di laksanakan dalam jangka waktu tertentu (Purwoko,
2008: 18). Adapun fungsi khusus bimbingan
dan konseling, yakni khususnya
di sekolah, menurut H.M. Umar dkk., dalam Salahudin (2010: 129) adalah sebagai berikut :
1.
Menolong anak dalam kesulitan belajar nya.
2.
Berusaha memberikan pelajaran
yang sesuai dengan minat
dan kecakapan anak – anak.
3.
Memberi nasihat kepada anak yang akan berhenti dari sekolah nya.
4.
Memberi petunjuk kepada anak - anak yang melanjutkan belajar nya, dan
sebagainya.
Semua itu termasuk usaha – usaha mendidik yang sudah seharusnya dilakukan
guru terhadap siswa - siswanya.
Dalam arti khusus, bimbingan mencakup semua teknik penasihatan
(conseling) dan semua informasi
yang dapat menolong individu untuk menolong dirinya sendiri.
B. TUJUAN PROGRAM BK DI SEKOLAH
Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas – tugas perkembangan nya. Menurut Dewa Ketut Sukardi dan Desak Made Sumiati (2005:3) tujuan program bimbingan dan konseling di sekolah terdiri dari :
1.
Tujuan Umum
Program BK
a) Agar siswa dapat mengembangkan pengertian dan pemahaman diri dalam kemajuannya di sekolah.
b) Agar siswa dapat mengembangkan pengetahuan tentang
dunia kerja, kesempatan kerja serta rasa tanggung jawab dalam memilih suatu kesempatan kerja tertentu.
c) Agar siswa dapat mengembangkan kemampuan untuk memilih dan mempertemukan pengetahuan tentang dirinya dengan informasi tentang kesempatan
yang secara tepat dan
bertanggung jawab.
d) Agar siswa dapat mewujudkan penghargaan terhadap kepentingan dan harga diri orang lain.
2.
Tujuan Khusus Program BK
a) Agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri.
b) Agar siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungan nya.
c) Agar siswa memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah yang dihadapi nya
d)
Agar para siswa memiliki kemampuan untuk mengatasi
dan menyalurkan potensi - potensi
yang dimilikinya dalam pendidikan dan lapangan kerja secara tepat.
C. KOMPONEN STRUKTUR PROGRAM BK DI SEKOLAH
Layanan bimbingan dan konseling
di sekolah atau
madrasah di klasifikasikan ke dalam empat komponen layanan, ialah sebagai berikut :
1.
Pelayanan Dasar
Layanan dasar adalah layanan bantuan kepada semua peserta didik melalui kegiatan - kegiatan yang di selenggarakan untuk membantu para peserta didik mencapai kompetensi dan
keterampilan dasar
yang diperlukan dalam kehidupan sehari - hari, sehingga di harapkan dapat melaksanakan tugas – tugas perkembangan secara efektif dan sehat.
Layanan ini dilaksanakan melalui kegiatan di dalam kelas (klasikal),
kelompok – kelompok kecil, dan kerja sama antara konselor dan guru dalam pengembangan kompetensi tertentu yang
diperlukan oleh peserta didik dalam kehidupan nya. Strategi pelaksanaan layanan dasar bimbingan dan konseling
di sekolah atau
madrasah meliputi :
a) Bimbingan Klasikal :ialah program
pertemuan antara konselor dan peserta didik di kelas , yang
disajikan secara klasikal dan terjadwal.
b) Pelayanan Orientasi :ialah kegiatan yang
dilaksanakan untuk member pemahaman baru kepada para peserta didik tentang lingkungan, kurikulum,
dan program sekolah, teman di kelas atau di luar kelas, guru dan sarana atau fasilitas sekolah, peraturan dan
tata tertib sekolah,
program ekstrakurikuler dan lain - lain guna memperlancar penyesuaian diri di awal program
tahun ajaran baru.
c) Pelayanan Informasi :ialah sajian informasi yang
diberikan kepada
para peserta didik tentang hal - hal yang dipandang perlu dan bermanfaat bagi mereka. Seperti informasi tentang perguruan tinggi, pergaulan bebas dan pergaulan sehat, bahaya narkoba dan semacam nya.
d) Bimbingan Kelompok ialah layanan bimbingan yang
diberikan kepada peserta didik melalui kegiatan kelompok untuk merespon kebutuhan, minat, dan
pemberian informasi
yang bersifat umum
dan tidak rahasia.
e) Pelayanan Pengumpulan Data (Aplikasi Instrumentasi), yaitu kegiatan penjaringan data atau informasi tentang data pribadi dan lingkungan peserta didik baik tes maupun non tes.
2. Pelayanan Responsif
Layanan Responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta didik yang memerlukan pertolongan segera. Dalam hal ini konseli mungkin berinisiatif mendatangi konselor untuk memanfaatkan bantuan professional
yang diperlukan nya dari konselor karena mengalami masalah atau kesulitan tertentu karena adanya rujukan dari guru, orang tua atau professional lain.
Layanan ini dilaksanakan melalui :
a) Konseling Individual : adalah layanan yang bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami hambatan dalam mencapai tugas – tugas perkembangan nya.
b) Referral
(Rujukan atau Alih Tangan) : yaitu pelimpahan wewenang penanganan masalah yang dihadapi konseli kepada orang atau
Lembaga yang lebih berwenang.
c) Kolaborasi
: ialah suatu kegiatan kerja sama perlu dilakukan oleh konselor dengan pihak – pihak terkait di luar sekolah seperti orang tua, guru bidang studi, dan wali kelas yang berkaitan dengan kegiatan belajar dan
pengembangan potensi peserta didik secara langsung maupun tidak langsung.
d) Konsultasi
: ialah layanan konsultasi bagi guru, orang tua, pimpinan sekolah, yang terkait dengan pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah.
e) Bimbingan Teman Sebaya : ialah pemberian pelatihan kepada peserta didik yang dianggap mampu membimbing teman – teman nya. Peserta didik yang menjadi pembimbing akan berperan sebagai tutor sebaya
yang membantu teman – teman nya dalam memahami persoalan - persoalan yang
berkaitan dengan akademik maupun non akademik.
f) Konferensi Kasus : yaitu kegiatan yang dilakukan untuk membahas permasalahan peserta didik yang dihadiri
oleh pihak - pihak yang dapat memberikan keterangan , kemudahan
, dan pemecahan masalah.
g) Kunjungan Rumah : ialah kunjungan konselor ke rumah peserta didik untuk memperoleh informasi dan data utuh tentang peserta didik dan lingkungan nya untuk membantu mengentaskan masalah peserta didik.
3. Perencanaan
Individual
Perencanaan individual ialah proses bantuan yang diberikan kepada peserta didik sebagai upaya merencanakan, memonitor, dan mengelola aktivitas yang berkaitan dengan kemajuan dan kesuksesan masa depan nya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungan nya.
4. Dukungan Sistem
Dukungan system adalah kegiatan – kegiatan manajemen yang
bertujuan untuk memantapkan,
memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh. Layanan dukungan system sangat banyak dan bervariasi antara lain, dapat berupa kegiatan pengembangan
professional konselor, hubungan masyarakat
dan staf, konsultasi dengan
guru, staf ahli atau penasehat, masyarakat yang lebih luas fasilitas dan pelatihan
BK bagi para pengawas dan kepala sekolah.
Dukungan system ini meliputi beberapa aspek, yaitu sebagai berikut :
a) Pengembangan Profesi : berkaitan dengan pengembangan profesi. Konselor dituntut untuk terus memperkaya diri dengan pengetahuan, keterampilan,
dan pengalamannya.
b) Kegiatan Manajemen : merupakan berbagai upaya untuk memantapkan,
memelihara, dan meningkatkan mutu
program bimbingan dan konseling.
c) Riset
dan Pengembangan : kegiatan ilmiah yang dilakukan
oleh konselor misalnya penelitian, membuat karya tulis, mengikuti kegiatan peningkatan profesi atau organisasi profesi.
D. KONSEP PROGRAM BK DI SEKOLAH
Konselor adalah pendidik menurut UU No.20 Tahun
2003 pasal 1 butir 6 adalah tenaga kependidikan yang
berkualifikasi sebagai
guru, dosen, konselor,
pamong belajar,
widyaswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lainnya yang sesuai dengan kekhususan nya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pendidikan. Menurut Seriwati (2012 : 2) konselor (guru BK) sebagai pelaksanaan Bimbingan dan Konseling harus menyadari beberapa komponen organisasi yang perlu dikelola yaitu :
1. Manusia
(Man),
2. Uang
(Money),
3. Bahan
(Materials),
4. Mesin
(Machine),
5. Pasar
(Market).
Menurut Prayitno dkk (2013:12) dari segi unit waktu sepanjang tahun pembelajaran pada satuan
Pendidikan program pelayanan BK sebagai berikut :
a) Program Tahunan. Program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun ajaran untuk masing – masing kelas rombongan belajar pada satuan pendidikan.
b)
Program Semesteran. Program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama satu
semester yang merupakan jabaran
program tahunan.
c) Program Bulanan. Program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
d) Program Mingguan. Program pelayanan BK meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
e) Program Harian. Program pelayanan BK yang dilaksanakan pada hari – hari tertentu dalam satu minggu,
yang di jabarkan dalam bentuk
RPL dan RKP pelayanan BK.
E. SYARAT PROGRAM BK DI SEKOLAH
1) Program bimbingan itu hendaknya di kembangkan secara berangsur – angsur atau tahap dengan melibatkan semua staf sekolah dalam perencanaan nya.
2) Program bimbingan itu harus memiliki tujuan
yang ideal dan realistis dalam perencanaan nya.
3) Program bimbingan itu harus mencerminkan komunikasi yang kontinu antara semua anggota staf sekolah yang bersangkutan.
4) Program bimbingan itu harus menyediakan atau memiliki fasilitas yang diperlukan.
5) Program bimbingan itu harus disusun sesuai
program pendidikan dan pengajaran di sekolah yang bersangkutan.
6) Program bimbingan harus memberikan pelayanan kepada semua murid.
7) Program bimbingan harus menunjukan peranan yang penting dalam menghubungkan sekolah dengan masyarakat.
8) Program bimbingan harus memberikan kesempatan untuk melaksanakan penilaian terhadap diri sendiri.
9) Program bimbingan harus menjamin keseimbangan pelayanan bimbingan dalam hal :
a) Pelayanan kelompok dan individual.
b) Pelayanan
yang diberikan oleh berbagai jenis petugas bimbingan.
c) Studi
individual dan penyuluhan individual.
d) Penggunaan alat pengukur atau teknik alat pengumpul
data yang obyektif dan subyektif.
e) Pemberian jenis – jenis bimbingan.
f) Pemberian penyuluhan secara umum dan penyuluhan khusus.
g) Pemberian bimbingan tentang berbagai program sekolah.
h) Penggunaan sumber - sumber di dalam sekolah dan di luar sekolah yang bersangkutan.
i)
Kebutuhan individual dan
kebutuhan masyarakat.
j)
Kesempatan untuk berfikir,
merasakan dan berbuat.
F. TAHAP - TAHAP PERSIAPAN PROGRAM BK DI SEKOLAH
Penyusunan program bimbingan konseling (BK) di sekolah disusun harus merujuk kepada
program sekolah secara umum
yang artinya program BK di sekolah disusun tidak boleh
bertentangan dengan program sekolah yang bersangkutan. Selain itu,
penyusunan program BK harus sesuai dan berorientasi dengan kebutuhan sekolah
secara umum. Sebelum melaksanakan bimbingan kepada peserta didik, ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan sebelum melaksanakan bimbingan. Adapun langkah – langkah nya adalah sebagai berikut
:
1.
Identifikasi Kasus
Sebagai langkah awal ketika akan memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik ialah identifikasi masalah yaitu mengamati peserta didik baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Hal lain yang bias dilakukan dengan cara menanyakan langsung kepada peserta didik,
meminta
peserta didik
untuk menjelaskan masalah yang
dihadapi, menanyai pendapat dari teman – teman dekat nya maupun melihat masa lalu dari peserta didik tersebut. Dalam melaksanakan identifikasi kasus mengumpulkan data konselor bias juga menggunakan metode observasi yaitu dengan penyelidikan yang dijalankan secara sistematis dan sengaja di adakan dengan menggunakan alat indera terhadap kejadian – kejadian yang bias langsung ditangkap pada waktu kejadian berlangsung.
2.
Diagnosa
Suatu proses penentuan masalah yaitu dengan melihat hasil dari identifikasi yang telah dilakukan. Identfikasi sangat erat hubungan nya dengan diagnose karena ketika identifikasi nya salah akan berakibat kesalahan juga dalam penentuan masalah nya.
3.
Pragnosa
Pragnosa merupakan bentuk penentuan penyelesaian dari permasalahan yang telah teridentifikasi. Penentuan opsi penyelesaian hendaknya menitik beratkan pada tingkat kesessuaian dan ketepatan dengan masalah yang ada.
4.
Terapi
Terapi merupakan bentuk langkah konkrit dari bimbingan dan konseling,
proses terapi di laksanakan secara berkesinambungan serta menghadirkan hal – hal yang sekiranya dapat mempermudah dalam pelaksanaan terapi.
5.
Evaluasi dan Tindak Lanjut
Evaluasi merupakan hal yang terakhir dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. Evaluasi melihat seberapa besar pengaruh atau hasil dari terapi yang telah diberikan, evaluasi juga berfungsi untuk melihat sejauh mana tingkat kesesuaian antara permasalahan yang dihadapi dengan penyelesaian yang telah diberikan.
Apabila hasilnya positif (sesuai) maka terapi yang dilakukan bias dilaksanakan secara terus menerus sampai peserta didik mampu menggali potensi, serta mampu mengembangkan apa yang ia cita – citakan, namun begitu juga sebaliknya ketika hasil dari evaluasi menunjukan ketidak cocokan maka hal yang perlu di lakukan ialah melihat identifikasi apakah benar - benar sudah sesuai dengan prosedur yang standard atau belum.
Slameto (1996:140) langkah - langkah
yang perlu di lakukan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling antara lain :
a. Menginventarisasikan masalah dan kebutuhan yang ada. Seharusnya yang di perhatikan adalah masalah yang rill dihadapi siswa atau kebutuhan siswa sehubungan dengan masa perkembangan nya. Inventarisasi hendaknya di dasarkan pada pengamatan yang diteliti atau menggunakan metode kuesioner, wawancara, checklist, dan
sebagainya.
b. Menentukan prioritas masalah atau kebutuhan
yang akan di tangani lewat
program bimbingan dan konseling. Prioritas ini perlu ditentukan mengingat kemampuan tenaga
yang ada.
c. Menentukan teknik atau kegiatan dan pendekatan menolong yang tepat dengan permasalahan atau kebutuhan
yang hendak di tangani tadi.
d. Menentukan pelaksanaan untuk masing – masing kegiatan yang hendak di lakukan dalam rangka pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
e.
Evaluasi kerja dilakukan
setelah kurun waktu kerja
yang telah di tentukan, apakah untuk jangka waktu satu
semester ataukah satu tahun.
G. MATERI PROGRAM BK
Untuk memenuhi tugas nya dalam pelaksanaan pelayanan BK, baik dalam pelayanan format klasikal,dalam waktu jam pembelajaran maupun non klasikal di dalam maupun di luar waktu jam pembelajaran, guru BK atau konselor harus menyiapkan materi pelayanan BK untuk seluruh peserta didik yang diampunya
Materi itu di persiapkan dalam jenis bahan dan volume nya sesuai dengan tingkatan kelas, wilayah dan arah studi, pengembangan diri pribadi, serta kebutuhan - kebutuhan yang muncul mengacu kepada keempat bidang pelayanan serta kondisi KES, kemandirian dan pengendalian diri.
Layanan bimbingan dan konseling hendaknya di sesuaikan dengan tujuan dan sasaran layanan bimbingan serta karakteristik tujuan dan perkembangan siswa dalam aspek pribadi, sosial, pendidikan serta karier. Disamping itu sebaiknya diperhatikan pula kebutuhan siswa dari masing – masing tingkatan kelas. Namun pengelompokan isi layanan menurut tingkatan kelas, jangan digunakan secara kaku, tetapi harus ditetapkan secara fleksibel.
H. MASALAH PROGRAM BK DISEKOLAH
Sejak lahirnya Undang – undang Nomor 2 Tahun 1989, Peraturan Pemerintah Nomor 28 dan 29 tahun 1990, dan SK. Mendikbud Nomor 0490/U/1992, posisi bimbingan dan konseling dalam system pendidikan nasional semakin kokoh.
Karena peraturan dan perundang – undangan tersebut secara eksplisit telah menyebutkan keberadaan bimbingan dan konseling yang harus dilaksanakan di sekolah - sekolah. Tetapi tentu saja penyelenggaraan program BK di sekolah bukan semata – mata tergantung pada ada atau tidak nya landasan hokum tersebut, bukan pula tergantung pada sarana - prasarana yang tersedia. Sebab yang lebih penting adalah pertimbangan secara khusus tentang kebermanfaatan dari upaya membantu peserta didik agar mereka mampu mengembangkan dirinya secara optimal, dan secara umum mendukung penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Sebelum melaksanakan bimbingan kepada peserta didik,
ada beberapa tahapan yang harus di laksanakan sebelum melaksanakan bimbingan. Kegiatan dalam program bimbingan meliputi beberapa tahap yaitu : tahapan persiapan kegiatan, program pengumpulan keterangan/data tentang siswa,
pemberian informasi
dan orientasi, penempatan dan
penyaluran, bantuan penyuluhan,
bantuan dan kesulitan belajar,
pertemuan staf,
penataran petugas bimbingan dan guru - guru,
hubungan masyarakat,
usaha – usaha penilaian
dan tindak lanjut.
B. Saran
Di dalam pembuatan makalah ini tentunya penulis memiliki banyak kekeliruan
yang mungkin tidak di sadari
oleh penulis. Dari itu, di harapkan kepada seluruh pembaca, jika menemukan kekeliruan dalam makalah
yang kami buat ini, maka penulis berharap pembaca dapat memberikan kritik
dan saran yang membangun, supaya penulis tidak lagi melakukan kesalahan
yang sama. Dan demi mewujudkan karya – karya ilmiah yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Mu’awanah, Elfi dan Rifa Hidayah. 2009. Bimbingan Konseling Islami. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Prabowo, Sugeng Listya dan Faridah Nurmaliyah. 2010. PERENCANAAN PEMBELAJARAN: Pada Bidang Studi, Tematik, Muatan Lokal, Kecakapan Hidup, Bimbingan dan Konseling. Cetakan ke-1. Malang: UIN MALIKI PRES.
Salahudin, Anas. 2003. Bimbingan & Konseling. Cetakan ke-2. Bandung: Pustaka Setia. Sukardi, Ketut Dewa. 2008. Proses Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: rineka Cipta.
Winkel, W.S dan M.M Sri Hastusi. 2007. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
https://manorarjunes.blogspot.com/2016/11/makalah-bimbingan-konseling-program.html
https://almirarahmi2tugaskuliah.blogspot.com/2015/11/makalah-manajemen-bk-program-bk.html

Komentar
Posting Komentar